*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
Warning: getimagesize(news/attachements/4thgolfturnamen.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18
Warning: getimagesize(news/attachements/kiss_balilinkrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18
Alternative content

WORKSHOP
TAMBANG, 29 November 2012 | 14.19
Pramuka Perguruan Tinggi 2012
“Workshop Pramuka Perguruan Tinggi 2012’’
Racana Surya Tirta Kencana – Inggita Puspa Kirana
Gugus Depan Kabupaten Bogor 30.091 – 30.092
LATAR BELAKANG
Isu mengenai perubahan iklim telah mendapatkan perhatian dari masyarakat dunia sejak beberapa dekade terakhir. Diketahui bahwa sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia. Hal ini dikarenakan oleh banyaknya aktivitas manusia yang hanya ditujukan untuk mengejar pembangunan ekonomi tanpa memerhatikan aspek lingkungan.
Sebagai negara berkembang, Indonesia turut melakukan berbagai aktivitas perekonomian yang mendegradasi kelestarian lingkungan. Dalam penanganan sampah, hanya sebagian kecil kelompok masyarakat yang sudah mengelola sampahnya dengan sistem yang ramah lingkungan. Sebagian besar masyarakat baik di kota besar maupun di desa, masih menggunakan cara-cara konvensional dalam mengelola sampah, seperti membakar, membuang ke sungai, atau sekedar menumpuknya di lahan kosong.
Hal yang demikian ini juga terjadi di Jawa Barat, masih banyak masyarakat yang tidak mengelola sampah secara tepat. Masalah sampah masih menjadi permasalahan yang berkelanjutan. Telah diprediksi timbunan sampah perkotaan di Jawa Barat, standar yang dipakai adalah dari DPU yaitu 2,25 liter/hari/orang dan untuk standar DPU Litbang Bandung SK SNI S-041993-03 sebesar 2.25-2.50 liter/hari/orang, sedang hasil penelitian timbunan dan karakteristik sampah kota Bandung tahun 1994 oleh Perusahaan Daerah Kebersihan Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung sebesar 2.040 liter/hari/orang, maka total sampel sampah di Propinsi Jawa Barat dengan jumlah penduduk sekitar 36.075.355 jiwa dapat mencapai 1.082.260,65 m3/hari
Kapasitas penanganan sampah yang biasanya dilakukan oleh Pemerintah Daerah atau Pemerintah Kota pada umumnya tidak mampu menyelesaikan dengan laju produksi sampah sehingga menyebabkan ketimpangan antara kapasitas pelayanan dan kebutuhan pelayanan akibat dari ketimpangan antara volume timbunan sampah dengan kapasitas pelayanan. Untuk menuntaskan masalah tersebut, pengelolaan sampah dengan manajemen yang baik sangat diperlukan.
Pramuka Perguruan Tinggi merupakan salah satu kader bangsa dengan daya pikir ilmiah kompetitif yang dimiliki di bidang pengabdian masyarakat diharapkan dapat memberi dampak positif terhadap pembangunan masyarakat khususnya dalam pengelolaan sampah demi perbaikan lingkungan. Gerakan Pramuka yang berpangkalan di Institut Pertanian Bogor melalui kegiatan besar ini, berusaha untuk mencari solusi dari masalah disuatu wilayah dengan membuat inovasi-inovasi yang berasal dari beberapa perguruan tinggi. Setelah mengikuti kegiatan ini, diharapkan Pramuka Penegak dan Pandega yang berpangkalan di perguruan tinggi masing-masing dapat memberikan kontribusi yang nyata terhadap kemajuan masyarakat Indonesia.
UKM Pramuka IPB sebagai bagian dari pramuka yang memiliki basis ilmu dalam bidang pertanian berusaha untuk memberikan suatu kontribusi nyata dengan mengadakan suatu kegiatan bertajuk pengabdian masyarakat dengan nama “Workshop Pramuka Perguruan Tinggi 2012”. Kegiatan ini dirancang dalam bentuk yang menarik dan mendidik sebagai salah satu upaya memandu generasi muda demi tercapainya misi “memajukan masyarakat Indonesia”. Bangkitlah Pemuda Penerus Bangsa. Majulah Pramuka Indonesia. Jayalah Negeriku Tercinta.
TUJUAN KEGIATAN
1. Mengasah kemampuan dan kemahiran anggota Pramuka untuk memecahkan masalah masyarakat
2. Membina dan mengembangakan kreativitas serta melatih kepekaan anggota Pramuka terhadap kondisi lingkungan
3. Meningkatkan pengetahun dan wawasan mengenai kondisi lingkungan
4. Meningkatkan kekeluargaan dan gotong royong di antara anggota Pramuka
DASAR KEGIATAN
1. UU No. 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.
2. Keputusan Presiden RI No. 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka.
3. Keputusan Presiden RI No. 024 Tahun 2009 tentang Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.
4. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 203 Tahun 2009 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
5. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 43 Tahun 1997 Tentang Pendidikan dan Latihan Pramuka Penegak dan Pandega.
6. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 080 tahun 1988 tentang Pola dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega.
7. Program Kerja Gerakan Pramuka Racana Surya Tirta Kencana – Inggita Puspa Kirana Periode 2011 – 2012.
NAMA KEGIATAN
Nama kegiatan ini adalah “Workshop Pramuka Perguruan Tinggi 2012”.
TEMA KEGIATAN
Wujud Nyata Kepedulian Pramuka Perguruan Tinggi terhadap Perbaikan Lingkungan.
SEMBOYAN
Simpati, Sinergi dan Gagah Berani dalam Harmonisasi Membangun Negeri
MOTTO KEGIATAN
“Kilau Bersinar dalam Setiap Jengkal Tanah Bumi Pertiwi”
SASARAN KEGIATAN
Kegiatan ini ditujukan kepada Pramuka Penegak dan Pandega dari gugus depan yang berpangkalan di perguruan tinggi di wilayah Jawa Barat. Jumlah peserta sebanyak 50 orang.
DESKRIPSI KEGIATAN
Workshop
Workshop merupakan kegiatan musyawarah yang dilakukan untuk membahas permasalahan lingkungan yang dialami tiap-tiap universitas. Setiap universitas memiliki permasalahan yang berbeda-beda. Musyawarah ini ditujukan untuk mencari suatu rangkaian solusi universal yang akan memecahkan persoalan-persoalan tersebut. Dari serangkain solusi tersebut akan menghasilkan suatu konsensus yang nantinya akan diterapkan oleh setiap universitas yang terlibat.
Hasil konsensus akan dilaksanakan dalam jangka waktu 6 bulan. Selama kegiatan penerapan konsensus berlangsung, peserta diminta membuat pelaporan hasil persoalan konsensus setiap bulan. Setelah 6 bulan, keseluruhan laporan akan digabungkan dan dijadikan satu loporan umum yang akan menjadi acunan dalam seminar.
Seminar
Seminar dilaksanakan setelah laporan umum disusun, diadakan untuk penyampaian hasil laporan tersebut. Dalam seminar akan mengundang para pengambil keputusan (stakeholder) yang terkait dan bersifat terbuka untuk umum.
Kunjungan ke “Bank Sampah”, Dusun Sengked, Desa Cangkurawok
“Bank Sampah” di Dusun Sengked, Desa Cangkurawok, Dramaga, Bogor merupakan salah satu karya dari UKM Pramuka IPB dalam usaha pengelolaan sampah di desa lingkar Kampus IPB Dramaga. Kunjungan ke “Bank sampah” ini diharapkan dapat memberi gambaran dan inspirasi bagi anggota Pramuka peserta Workshop Pramuka Perguruan Tinggi dalam menyelesaikan masalah lingkungan di tempatnya. Dalam kegitan kunjungan ini, peserta akan mendapatkan pengarahan tentang cara kerja dan akan diadakan praktik langsung mengenai contoh pengolahan sampah.
Anjangsana
Anjangsana merupakan acara sosial untuk peserta workshop. Kegiatan ini diadakan sebagai ajang silaturahmi yang akan saling mendekatkan peserta dari berbagai universitas. Kegiatan anjangsana akan dilakukan di sebuah rumah makan dan diselingi dengan acara hiburan.
LUARAN YANG DIHARAPKAN
1. Peningkatan kemampuan anggota Pramuka Perguruan Tinggi dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat
2. Anggota Pramuka dapat mengembangakan kreativitas serta melatih kepekaan terhadap kondisi lingkungan
3. Peningkatan pengetahuan dan wawasan mengenai kondisi masyarakat
4. Peningkatan rasa simpati dan solidaritas anggota Pramuka terhadap permasalahan masyarakat
PELAKSANAAN KEGIATAN
Hari : Jumat - Minggu
Tanggal : 30 November - 2 Desember 2012
Tempat : Kampus IPB Dramaga
Pramuka Perguruan Tinggi 2012
“Workshop Pramuka Perguruan Tinggi 2012’’
Racana Surya Tirta Kencana – Inggita Puspa Kirana
Gugus Depan Kabupaten Bogor 30.091 – 30.092
LATAR BELAKANG
Isu mengenai perubahan iklim telah mendapatkan perhatian dari masyarakat dunia sejak beberapa dekade terakhir. Diketahui bahwa sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia. Hal ini dikarenakan oleh banyaknya aktivitas manusia yang hanya ditujukan untuk mengejar pembangunan ekonomi tanpa memerhatikan aspek lingkungan.
Sebagai negara berkembang, Indonesia turut melakukan berbagai aktivitas perekonomian yang mendegradasi kelestarian lingkungan. Dalam penanganan sampah, hanya sebagian kecil kelompok masyarakat yang sudah mengelola sampahnya dengan sistem yang ramah lingkungan. Sebagian besar masyarakat baik di kota besar maupun di desa, masih menggunakan cara-cara konvensional dalam mengelola sampah, seperti membakar, membuang ke sungai, atau sekedar menumpuknya di lahan kosong.
Hal yang demikian ini juga terjadi di Jawa Barat, masih banyak masyarakat yang tidak mengelola sampah secara tepat. Masalah sampah masih menjadi permasalahan yang berkelanjutan. Telah diprediksi timbunan sampah perkotaan di Jawa Barat, standar yang dipakai adalah dari DPU yaitu 2,25 liter/hari/orang dan untuk standar DPU Litbang Bandung SK SNI S-041993-03 sebesar 2.25-2.50 liter/hari/orang, sedang hasil penelitian timbunan dan karakteristik sampah kota Bandung tahun 1994 oleh Perusahaan Daerah Kebersihan Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung sebesar 2.040 liter/hari/orang, maka total sampel sampah di Propinsi Jawa Barat dengan jumlah penduduk sekitar 36.075.355 jiwa dapat mencapai 1.082.260,65 m3/hari
Kapasitas penanganan sampah yang biasanya dilakukan oleh Pemerintah Daerah atau Pemerintah Kota pada umumnya tidak mampu menyelesaikan dengan laju produksi sampah sehingga menyebabkan ketimpangan antara kapasitas pelayanan dan kebutuhan pelayanan akibat dari ketimpangan antara volume timbunan sampah dengan kapasitas pelayanan. Untuk menuntaskan masalah tersebut, pengelolaan sampah dengan manajemen yang baik sangat diperlukan.
Pramuka Perguruan Tinggi merupakan salah satu kader bangsa dengan daya pikir ilmiah kompetitif yang dimiliki di bidang pengabdian masyarakat diharapkan dapat memberi dampak positif terhadap pembangunan masyarakat khususnya dalam pengelolaan sampah demi perbaikan lingkungan. Gerakan Pramuka yang berpangkalan di Institut Pertanian Bogor melalui kegiatan besar ini, berusaha untuk mencari solusi dari masalah disuatu wilayah dengan membuat inovasi-inovasi yang berasal dari beberapa perguruan tinggi. Setelah mengikuti kegiatan ini, diharapkan Pramuka Penegak dan Pandega yang berpangkalan di perguruan tinggi masing-masing dapat memberikan kontribusi yang nyata terhadap kemajuan masyarakat Indonesia.
UKM Pramuka IPB sebagai bagian dari pramuka yang memiliki basis ilmu dalam bidang pertanian berusaha untuk memberikan suatu kontribusi nyata dengan mengadakan suatu kegiatan bertajuk pengabdian masyarakat dengan nama “Workshop Pramuka Perguruan Tinggi 2012”. Kegiatan ini dirancang dalam bentuk yang menarik dan mendidik sebagai salah satu upaya memandu generasi muda demi tercapainya misi “memajukan masyarakat Indonesia”. Bangkitlah Pemuda Penerus Bangsa. Majulah Pramuka Indonesia. Jayalah Negeriku Tercinta.
TUJUAN KEGIATAN
1. Mengasah kemampuan dan kemahiran anggota Pramuka untuk memecahkan masalah masyarakat
2. Membina dan mengembangakan kreativitas serta melatih kepekaan anggota Pramuka terhadap kondisi lingkungan
3. Meningkatkan pengetahun dan wawasan mengenai kondisi lingkungan
4. Meningkatkan kekeluargaan dan gotong royong di antara anggota Pramuka
DASAR KEGIATAN
1. UU No. 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.
2. Keputusan Presiden RI No. 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka.
3. Keputusan Presiden RI No. 024 Tahun 2009 tentang Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.
4. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 203 Tahun 2009 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
5. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 43 Tahun 1997 Tentang Pendidikan dan Latihan Pramuka Penegak dan Pandega.
6. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 080 tahun 1988 tentang Pola dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega.
7. Program Kerja Gerakan Pramuka Racana Surya Tirta Kencana – Inggita Puspa Kirana Periode 2011 – 2012.
NAMA KEGIATAN
Nama kegiatan ini adalah “Workshop Pramuka Perguruan Tinggi 2012”.
TEMA KEGIATAN
Wujud Nyata Kepedulian Pramuka Perguruan Tinggi terhadap Perbaikan Lingkungan.
SEMBOYAN
Simpati, Sinergi dan Gagah Berani dalam Harmonisasi Membangun Negeri
MOTTO KEGIATAN
“Kilau Bersinar dalam Setiap Jengkal Tanah Bumi Pertiwi”
SASARAN KEGIATAN
Kegiatan ini ditujukan kepada Pramuka Penegak dan Pandega dari gugus depan yang berpangkalan di perguruan tinggi di wilayah Jawa Barat. Jumlah peserta sebanyak 50 orang.
DESKRIPSI KEGIATAN
Workshop
Workshop merupakan kegiatan musyawarah yang dilakukan untuk membahas permasalahan lingkungan yang dialami tiap-tiap universitas. Setiap universitas memiliki permasalahan yang berbeda-beda. Musyawarah ini ditujukan untuk mencari suatu rangkaian solusi universal yang akan memecahkan persoalan-persoalan tersebut. Dari serangkain solusi tersebut akan menghasilkan suatu konsensus yang nantinya akan diterapkan oleh setiap universitas yang terlibat.
Hasil konsensus akan dilaksanakan dalam jangka waktu 6 bulan. Selama kegiatan penerapan konsensus berlangsung, peserta diminta membuat pelaporan hasil persoalan konsensus setiap bulan. Setelah 6 bulan, keseluruhan laporan akan digabungkan dan dijadikan satu loporan umum yang akan menjadi acunan dalam seminar.
Seminar
Seminar dilaksanakan setelah laporan umum disusun, diadakan untuk penyampaian hasil laporan tersebut. Dalam seminar akan mengundang para pengambil keputusan (stakeholder) yang terkait dan bersifat terbuka untuk umum.
Kunjungan ke “Bank Sampah”, Dusun Sengked, Desa Cangkurawok
“Bank Sampah” di Dusun Sengked, Desa Cangkurawok, Dramaga, Bogor merupakan salah satu karya dari UKM Pramuka IPB dalam usaha pengelolaan sampah di desa lingkar Kampus IPB Dramaga. Kunjungan ke “Bank sampah” ini diharapkan dapat memberi gambaran dan inspirasi bagi anggota Pramuka peserta Workshop Pramuka Perguruan Tinggi dalam menyelesaikan masalah lingkungan di tempatnya. Dalam kegitan kunjungan ini, peserta akan mendapatkan pengarahan tentang cara kerja dan akan diadakan praktik langsung mengenai contoh pengolahan sampah.
Anjangsana
Anjangsana merupakan acara sosial untuk peserta workshop. Kegiatan ini diadakan sebagai ajang silaturahmi yang akan saling mendekatkan peserta dari berbagai universitas. Kegiatan anjangsana akan dilakukan di sebuah rumah makan dan diselingi dengan acara hiburan.
LUARAN YANG DIHARAPKAN
1. Peningkatan kemampuan anggota Pramuka Perguruan Tinggi dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat
2. Anggota Pramuka dapat mengembangakan kreativitas serta melatih kepekaan terhadap kondisi lingkungan
3. Peningkatan pengetahuan dan wawasan mengenai kondisi masyarakat
4. Peningkatan rasa simpati dan solidaritas anggota Pramuka terhadap permasalahan masyarakat
PELAKSANAAN KEGIATAN
Hari : Jumat - Minggu
Tanggal : 30 November - 2 Desember 2012
Tempat : Kampus IPB Dramaga

(0) komentar
Workshop





