TAMBANG, 08 Februari 2010 | 10.08

Market Review & Outlook: IHSG Sepekan Diprediksi Melemah

Abraham Lagaligo
abraham@majalahtambang.com

Jakarta – TAMBANG. Sentimen negatif yang menyelimuti indeks global dan regional mendorong pelemahan IHSG pada pekan lalu. IHSG sepekan melemah di posisi ‐3,52%. Sektor keuangan dan infrastruktur menyumbangkan pelemahan terbesar. IHSG Sepekan Diperkirakan Cenderung Melemah. Demikian dirilis Mega Capital Indonesia dalam info mingguan, Senin, 8 Februari 2010.

Indeks bursa Asia pada pekan lalu rata‐rata ditutup melemah lebih dari 1%. Rupiah ditutup melemah pada level 9380. Sepekan Dow Jones ‐ 0,55%, Nasdaq Composite –0,29%, S&P500 –0,72%. Setelah mengalami fluktuasi yang tinggi pada perdagangan pekan lalu, indeks Dow Jones ditutup menguat tipis pada perdagangan Jumat.

Pada pekan lalu perdagangan di bursa Wall Street dihempaskan oleh kecemasan investor akan krisis obligasi pemerintah di Eropa, kondisi perekonomian di AS dan turunnya harga komoditas. Pada perdagangan akhir pekan lalu terjadi pembalikan arah indeks yang dipicu oleh data tingkat pengangguran yang lebih baik dari perkiraan.

Data terakhir menunjukkan gambaran yang mix mengenai pasar tenaga kerja di AS, namun secara umum terjadi perbaikan. Tingkat pengangguran bulan Januari turun ke level 9,7% (cons 10% vs prev 10%), yang merupakan level terendah sejak bulan Agustus 2009. Sedangkan data nonfarm payroll bulan Januari lebih baik dari bulan sebelumnya namun lebih buruk dari perkiraan (act –20K vs cons 15K vs prev –150K).

Pada pekan ini diperkirakan pergerakan indeks di bursa Wall Street masih akan terimbas sentiment negatif yang ditimbulkan dari kecemasan terhadap pemulihan ekonomi global dan krisis obligasi pemerintah di Eropa.

IHSG Sepekan Diperkirakan Cenderung Melemah. Belum berakhirnya sentimen negatif di eksternal dan internal diperkirakan akan mendorong berlanjutnya pelemahan IHSG pada pekan ini. Data ekonomi domestik yang akan dirilis pada pekan ini ialah pertumbuhan GDP triwulan IV, yang menurut median estimasi Bloomberg sebesar +4,97% YoY dan ‐3,1% QoQ.

IHSG diprediksi bergerak pada kisaran 2480‐ 2585 dengan target support dan resistance berikutnya berada pada kisaran 2440‐2655.


Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get 

Adobe Flash player