*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
Warning: getimagesize(news/attachements/balikpapangolfrev.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18
Warning: getimagesize(news/attachements/kiss_balilinkrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18
Alternative content

TAMBANG, 04 Juli 2012 | 14.54
Indeks Saham Fluktuatif, PT Toba Sejahtra Tetap Optimis
Subkhan AS
Subkhan@tambang.co.id
Jakarta-TAMBANG. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang fluktuatif sejak akhir Mei lalu, berdampak pada rencana sejumlah perusahaan yang berniat menggelar initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tidak kecuali PT Toba Bara Sejahtra yang bergerak di sektor tambang batubara.
Direktur Keuangan PT Toba Bara Sejahtra, Pandu Sjahrir, mengaku telah menghitung resiko-resiko yang terjadi sejak tiga bulan terakhir. Sebab itu, Pandu merasa optimis pihaknya akan sukses melaksanakan IPO, terlebih saat ini pihaknya telah mendapatkan komitmen pembelian saham dari 17 institusi di beberapa negara termasuk di Indonesia.
“Dulu mundur, karena jelek, dan sekarang ternyata lebih buruk. Walaupun demikian kita tetap IPO karena siapa yang tahu kalau tahun depan ternyata malah lebih buruk lagi. Karena itu, kita tetap IPO tahun ini. Tentu semuanya memiliki hitung-hitungan sendiri,”ujar Pandu kepada Majalah TAMBANG.
Adapun, lanjut Pandu, penawaran saham yang dilakukan pihaknya telah disepakati dengan harga Rp 1.900 per lembar saham. Pandu pun mengakui kalau belakangan ini, kondisi indeks saham sektor pertambangan masih belum stabil, sebab itu pihaknya melakukan penjualan saham sebesar 10%.
Namun demikian Pandu tetap merasa yakin, mengingat kegiatan usaha batubara PT Toba Bara Sejahtra sangat dekat dengan pelabuhan dan memiliki potensi cadangan batubara yang sangat besar.
Tak itu saja, infrastrukturnya pun sudah siap sehingga biaya yang mesti dikeluarkan lebih rendah dari yang lain.
“Feelingnya saat kita jual harga batu bara. Saya optimis dengan usaha tambang batu bara ini, karena saat ini banyak perusahaan tambang-tambang kecil yang shut down, akibatnya kebutuhan supply meningkat,” pungkasnya.
Indeks Saham Fluktuatif, PT Toba Sejahtra Tetap Optimis
Subkhan AS
Subkhan@tambang.co.id
Jakarta-TAMBANG. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang fluktuatif sejak akhir Mei lalu, berdampak pada rencana sejumlah perusahaan yang berniat menggelar initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tidak kecuali PT Toba Bara Sejahtra yang bergerak di sektor tambang batubara.
Direktur Keuangan PT Toba Bara Sejahtra, Pandu Sjahrir, mengaku telah menghitung resiko-resiko yang terjadi sejak tiga bulan terakhir. Sebab itu, Pandu merasa optimis pihaknya akan sukses melaksanakan IPO, terlebih saat ini pihaknya telah mendapatkan komitmen pembelian saham dari 17 institusi di beberapa negara termasuk di Indonesia.
“Dulu mundur, karena jelek, dan sekarang ternyata lebih buruk. Walaupun demikian kita tetap IPO karena siapa yang tahu kalau tahun depan ternyata malah lebih buruk lagi. Karena itu, kita tetap IPO tahun ini. Tentu semuanya memiliki hitung-hitungan sendiri,”ujar Pandu kepada Majalah TAMBANG.
Adapun, lanjut Pandu, penawaran saham yang dilakukan pihaknya telah disepakati dengan harga Rp 1.900 per lembar saham. Pandu pun mengakui kalau belakangan ini, kondisi indeks saham sektor pertambangan masih belum stabil, sebab itu pihaknya melakukan penjualan saham sebesar 10%.
Namun demikian Pandu tetap merasa yakin, mengingat kegiatan usaha batubara PT Toba Bara Sejahtra sangat dekat dengan pelabuhan dan memiliki potensi cadangan batubara yang sangat besar.
Tak itu saja, infrastrukturnya pun sudah siap sehingga biaya yang mesti dikeluarkan lebih rendah dari yang lain.
“Feelingnya saat kita jual harga batu bara. Saya optimis dengan usaha tambang batu bara ini, karena saat ini banyak perusahaan tambang-tambang kecil yang shut down, akibatnya kebutuhan supply meningkat,” pungkasnya.

(0) komentar
Berita Lain





