*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in

Warning: getimagesize(news/attachements/4thgolfturnamen.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18

Alternative content

Get Adobe Flash player


Warning: getimagesize(news/attachements/kiss_balilinkrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18

Alternative content

Get Adobe Flash player

Alternative content

Get Adobe Flash player

TAMBANG, 02 Februari 2013 | 13.03
Produksi Bijih Besi Vale Meningkat, Nikel Turun

Suryana Miharja
suryana@majalahtambang.com

Produksi bijih besi Vale SA, pada quarter keempat tahun lalu melebihi target yang diharapkan. Menurut pernyataan tertulis perusahaan yang berbasis di Rio de Janeiro tersebut, total produksi Vale SA meningkat sebesar 3,1 persen menjadi 85,5 juta metrik ton dari produksi awalnya sebesar 82,9 metrik ton.

Selain di Brasil, Vale juga beroperasi di Indonesia sejak tahun 1968 dengan nama PT Vale Indonesia Tbk atau yang lebih dikenal dengan nama PT International Nickel Indonesia (PT Inco).

Kenaikan produksi tambang Vale SA di Carajas pada triwulan keempat, ketimbang produksi quarter ke tiga adalah yang pertama terjadi sejak tahun 2003. Kenaikan ini menurut perusahaan itu disebabkan oleh kondusifnya iklim di Brazil selama produksi quater keempat berlangsung.

Dengan kenaikan itu, saham Vale pun meningkat sebesar 1,3 persen saat penutupan perdagangan saham kemarin di Sao Paulo, padahal harga saham vale sempat turun hingga 4,1 persen selama awal tahun 2013 ini.

Saat ini Vale SA, tengah berupaya untuk mendorong produksi bahan kunci pembuat besi (steelmaking) di tengah berkurangnya bijih besi di tambang yang sudah lama berproduksi miliknya.

Vale SA juga tengah mencari investasi atau mencari mitra untuk mengembalikan produksi tambangnya yang mulai berkurang dan menjual aset-aset yang dimilikinya setelah saham perusahaan itu merosot ke titik terendah, dan telah berlangsung selama hampir tiga tahun hingga bulan September lalu.

Atas upaya itu, Sumitomo Metal Mining Co. tertarik untuk bergabung. Sumitomo yang merupakan perusahaan nikel terbesar di Jepang, menyatakan telah memiliki saham PT Vale Indonesia Tbk sebesar 20,09 persen. Sumitomo juga dikabarkan telah melakukan studi kelayakan dan analisa dampak lingkungan untuk membangun perusahaan pengolahan nikel di Indonesia.

Sayangnya, di tengah kenaikan produksi bijih besinya, Produksi nikel Vale justeru turun hingga 6.6 persen dalam kuartal empat lalu, menjadi 64,000 ton, meskipun angka penurunan itu masih di atas angka penurunan yang diprediksi oleh enam analis yang di survei oleh Bloomberg sebesar 62,700 ton. (blbg)

icon