*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
Warning: getimagesize(news/attachements/4thgolfturnamen.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18
Warning: getimagesize(news/attachements/kiss_balilinkrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18
Alternative content

TAMBANG, 03 Februari 2013 | 06.30
Keuntungan Kuartal Keempat Chevron, Meningkat
Suryana Miharja
suryana@majalahtambang.com
Keuntungan Chevron Corp, perusahaan energi terbesar kedua di Amerika Serikat meningkat sebesar 41 persen atau sebesar US$ 7,25 miliar pada kuartal keempat tahun lalu.
Naiknya keuntungan itu mendorong kenaikan harga saham Chevron sebesar 1,2 persen pada level US$ 116.50 dalam penutupan perdagangan saham kemarin di New York.
Chevron juga beroperasi di Indonesia, dengan nama PT Chevron Pacific Indonesia. Menurut situs perusahaan tersebut, Chevron beroperasi di Sumatra dan lepas pantai Kalimantan Timur. Selain menjual energi panas bumi dan minyak, Chevron juga menjual pelumas melalui anak perusahaannya PT Chevron Oil Products Indonesia.
Menurut San Ramon, sebuah perusahaan yang berbasis di California Laba bersih per lembar saham Chevron naik dari tahun sebelumnya menjadi US $3.70. Padahal sebelumnya Chevron hanya diharapkan bisa membukukan laba per lembar sahamnya sebesar US$3.06 dengan asumsi penjualan Chevron turun sebesar 3 persen menjadi US$56.3 miliar.
Tahun 2011 lalu, kilang minyak Chevron mengalami kerugian, akibat meningkatnya pasokan shale gas dari Amerika Serikat yang menekan harga minyak, namun saat ini kilang tersebut kembali meraih untung setelah harga minyak mentah naik di pasar energi internasional.
Produksi minyak dan gas Chevron naik sebesar satu persen menjadi 2.67 juta barel per hari dari total produksi 2.64 juta barel per hari pada tahun lalu. Saat ini, Chevron mampu mengolah minyak mentah sebanyak 1.62 juta barel per hari, sebuah angka yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia yang ditaksir mencapai 1,5 juta barel per hari.
Selain minyak, Keuntungan pun diperoleh Chevron dari produksi gas termasuk dari pertukaran ladang gas di Australia dengan Royal Dutch Shell Plc. yang memberikan tambahan pendapatan bagi Chevron sebesar US$ 450 juta.
Pimpinan Chevron dan Chief Executive Officer John S. Watson merencanakan untuk membelanjakan US$ 36.7 miliar tahun ini untuk melakukan eksplorasi minyak, membangun terminal-terminal ekspor gas dan meningkatkan kilang-kilang minyak, yang diharapkan bisa mencapai target produksi sebesar 3.3 juta barel per hari pada tahun 2017.
“Meningkatnya keuntungan membuat kami agresif untuk menginvestasikannya pada proyek penting kami dan berharap bisa mendapat peluang sumber daya baru, dividen juga meningkat secara berturut-turut selama 25 tahun dan kami akan melanjutkan penjualan kembali saham Chevron” kata Watson. (blbg)
Keuntungan Kuartal Keempat Chevron, Meningkat
Suryana Miharja
suryana@majalahtambang.com
Keuntungan Chevron Corp, perusahaan energi terbesar kedua di Amerika Serikat meningkat sebesar 41 persen atau sebesar US$ 7,25 miliar pada kuartal keempat tahun lalu.
Naiknya keuntungan itu mendorong kenaikan harga saham Chevron sebesar 1,2 persen pada level US$ 116.50 dalam penutupan perdagangan saham kemarin di New York.
Chevron juga beroperasi di Indonesia, dengan nama PT Chevron Pacific Indonesia. Menurut situs perusahaan tersebut, Chevron beroperasi di Sumatra dan lepas pantai Kalimantan Timur. Selain menjual energi panas bumi dan minyak, Chevron juga menjual pelumas melalui anak perusahaannya PT Chevron Oil Products Indonesia.
Menurut San Ramon, sebuah perusahaan yang berbasis di California Laba bersih per lembar saham Chevron naik dari tahun sebelumnya menjadi US $3.70. Padahal sebelumnya Chevron hanya diharapkan bisa membukukan laba per lembar sahamnya sebesar US$3.06 dengan asumsi penjualan Chevron turun sebesar 3 persen menjadi US$56.3 miliar.
Tahun 2011 lalu, kilang minyak Chevron mengalami kerugian, akibat meningkatnya pasokan shale gas dari Amerika Serikat yang menekan harga minyak, namun saat ini kilang tersebut kembali meraih untung setelah harga minyak mentah naik di pasar energi internasional.
Produksi minyak dan gas Chevron naik sebesar satu persen menjadi 2.67 juta barel per hari dari total produksi 2.64 juta barel per hari pada tahun lalu. Saat ini, Chevron mampu mengolah minyak mentah sebanyak 1.62 juta barel per hari, sebuah angka yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia yang ditaksir mencapai 1,5 juta barel per hari.
Selain minyak, Keuntungan pun diperoleh Chevron dari produksi gas termasuk dari pertukaran ladang gas di Australia dengan Royal Dutch Shell Plc. yang memberikan tambahan pendapatan bagi Chevron sebesar US$ 450 juta.
Pimpinan Chevron dan Chief Executive Officer John S. Watson merencanakan untuk membelanjakan US$ 36.7 miliar tahun ini untuk melakukan eksplorasi minyak, membangun terminal-terminal ekspor gas dan meningkatkan kilang-kilang minyak, yang diharapkan bisa mencapai target produksi sebesar 3.3 juta barel per hari pada tahun 2017.
“Meningkatnya keuntungan membuat kami agresif untuk menginvestasikannya pada proyek penting kami dan berharap bisa mendapat peluang sumber daya baru, dividen juga meningkat secara berturut-turut selama 25 tahun dan kami akan melanjutkan penjualan kembali saham Chevron” kata Watson. (blbg)

(0) komentar
Berita Lain





