TAMBANG, 08 Februari 2010 | 19.33

Antam Targetkan Penjualan Emas 7.980 Kilogram Di 2010

Bimo Budi Satriyo

Abraham Lagaligo
abraham@majalahtambang.com

Jakarta – TAMBANG. PT Aneka Tambang (Tbk) optimis prospek emas masih cukup baik pada 2010. Nilai dolar Amerika Serikat yang cenderung masih lemah hingga saat ini, membuat banyak investor tetap akan beralih kepada emas sebagai salah satu instrumen investasi. “Untuk tahun 2010, target produksi emas Antam adalah 2.580 Kilogram dengan ekspektasi penjualan emas 7.980 Kilogram, termasuk trading,” ungkap Corporate Secretary Antam, Bimo Budi Satriyo kepada Majalah TAMBANG.

Target optimis ini, kata Bimo, mengingat harga emas relatif tergantung pada nilai tukar maupun kondisi geopolitik dunia. Untuk nilai tukar, nilai Dolar Amerika saat ini cenderung masih lemah sehingga banyak investor masih beralih kepada emas sebagai salah satu instrumen investasi.

“Sementara kondisi geopolitik dunia yang masih kurang stabil juga menyebabkan emas sebagai salah satu instrumen investasi,” ulasnya pekan lalu.

Untuk tahun 2010, lanjutnya, target produksi emas Antam adalah 2.580 kilogram dengan ekspektasi penjualan emas 7.980 kilogram, termasuk trading. Jumlah produksi ini di luar ekspektasi tambahan sekitar 500 kilogram dari tambang emas Cibaliung yang akan mulai beroperasi di semester II tahun ini.

Penetapan target ini, kata Bimo lagi, tentu saja dengan pertimbangan utama ekspektasi kadar emas serta jumlah produksi bijih. Saat ini kadar rata-rata emas dari tambang Antam di Pongkor, Bogor, Jawa Barat, adalah antara 9-10 gram per ton, dengan jumlah produksi bijih sekitar 300.000-400.000 wmt per tahun

Untuk mencapai target itu, Antam telah mempersiapkan diri terutama dari sisi alat-alat produksi. Diantaranya memastikan pabrik atau alat-alat di dalam tambang akan berjalan dengan baik. “Selain itu, kami juga menyiapkan SDM (sumber daya manusia) yang kompeten agar target dapat tercapai,” jelasnya.

Antam sendiri, kata Bimo, melihat harga emas pada 2010 akan cenderung stabil di kisaran USD900-1000 per oz. “Kami sendiri bersikap konservatif dengan mengambil asumsi harga USD900 untuk harga emas rata-rata tahun ini,” tukasnya.

Pihaknya yakin masyarakat akan tetap menjadikan emas sebagai alternatif investasi, dan hal ini akan mendorong permintaan cukup baik di pasar lokal. “Kami juga sudah memasuki bisnis perhiasan dengan memproduksi produk cincin dengan kualitas yang sama dengan emas batangan. Mudah-mudahan dapat direspons dengan baik oleh pasar,” harapnya.

Untuk menghadapi kewajiban pengolahan hasil tambang di dalam negeri yang ditetapkan UU Minerba Nomor 4 Tahun 2009, Antam pun telah menyiapkan beberapa proyek strategis guna menambah nilai cadangannya. Proyek-proyek seperti Chemical Grade Alumina Tayan, dan Smelter Grade Alumina Mempawah, akan meningkatkan nilai cadangan bauksit. Sementara proyek FeNi Halmahera akan meningkatkan nilai cadangan nikel

Terkait rencana Antam untuk mengolah konsentrat PT Freeport Indonesia, Bimo mengatakan pihaknya masih terus melakukan penjajakan terhadap peluang itu. “Pada prinsipnya Antam sanggup untuk mengolah konsentrat tersebut,” tegasnya.

Jika rencana itu terealisir, lanjutnya, dapat memberikan tambahan pendapatan dan juga laba bagi BUMN ini. Namun hingga saat ini pihak Antam belum bisa memastikan kapan proyek itu akan direalisasikan, mengingat masih berupa penjajakan awal.

(Selengkapnya tentang prospek komoditi emas 2010, lihat di Majalah TAMBANG Edisi Cetak, Februari 2010).


Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get 

Adobe Flash player