*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
Warning: getimagesize(news/attachements/balikpapangolfrev.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18
Warning: getimagesize(news/attachements/kiss_balilinkrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18
Alternative content

TAMBANG, 27 Juli 2012 | 13.52
Peter Albert: Kami Memulai Di Waktu Yang Tepat
Alamsyah Pua saba
alam@tambang.co.id
Jakarta-TAMBANG- Saat ini, harga beberapa komoditi tambang terus tergerus seiring dengan krisis ekonomi yang melanda Eropa. Di saat kondisi ekonomi dunia yang belum stabil, sehingga merosottnya harga komoditi tambang, G-Resources, tambang emas yang beroperasi di Batang Toru, Sumatera Utara memulai produksi pada September mendatang. Bahkan bebrapa hari lalu, sudah mulai melakukan uji coba penuangan emas dari pengolahan bijih.
Peter Albert, Presiden Direktur G-Resources Martabe mengakui bahwa produksi perdana emas di wilayah Sumatera Utara ini, berbarengan dengan lesunya ekonomi dunia, terutama Eropa. Tetapi ia optimis bahwa pasar emas tetap akan kinclong, sebab ditengah lesunya pasar, investor akan mencari alternative investasi jangka panjang, emas dan perak memiliki prospek investasi jangka panjang. “Prediksi kami prospek emas masih cukup baik ke depan,” kata Peter penuh keyakinan.
Selain tetap optimis terhadap kebutuhan emas di masa depan dan waktu produksi perdana G-Resources tidak akan terbentur dengan kondisi ekonomi Eropa.”Kami memulainya di waktu yang tepat,” ujarnya lagi.
Keyakinan lain yang disampaikan Peter adalah, kualitas emas dan perak yang dihasilkan tambang Martabe, merupakan emas dan perak dengan kualitas terbaik di dunia. “Kualitas tidak bisa dibohongi,” tegasnya.
Tambang emas Martabe memproduksi batangan emas bercampur perak, yang selanjutnya dikirim untuk dimurnikan di PT Logam Mulia Jakarta, menjadi emas batangan berkadar 99,99% LME (London Metal Exchange). Produk emas murni itu selanjutnya dijual ke pasar spot internasional, dengan pembeli yang sudah stand by dan pembayaran langsung.
Lokasi tambang berada di sisi barat pulau Sumatera, Kecamatan Batang Toru, Propinsi Sumatera Utara, dengan luas wilayah 1.639 km2, di bawah Kontrak Karya generasi keenam yang ditandatangani April 1997. Tambang Emas Martabe memiliki sumberdaya 7,86 juta oz emas dan 73,48 juta oz perak, dengan kapasitas produksi per tahun sebesar 250.000 oz emas dan 2-3 juta oz perak berbiaya rendah.
“Umur tambang Pit-1 diprediksi hingga 10 tahun, dan keseluruhan wilayah Kontrak Karya kami sangat prospektif dengan potensi eksploitasi hingga 50 tahun,” jelas Peter lagi.
Peter menambahkan, sejak awal beroperasi hingga saat ini, G-Resources Martabe telah mengeluarkan belanja modal (capital expenditure/Capex) sebesar USD 700 juta. Sementara belanja operasional perusahaan ini sebesar USD 350 – 400 per oz. “Merupakan biaya operasional terendah di antara tambang-tambang emas yang lain,” jelasnya.
Saat ini pemegang saham G-Resources Martabe adalah G-Resources Group Limited (95%) dan PT Artha Nugraha Agung (ANA) sebanyak 5%. PT ANA merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Tapanuli Selatan (70%) dan Propinsi Sumatera Utara (30%) yang mendapatkan saham divestasi perusahaan tambang emas tersebut. Pemilikan saham oleh PT ANA diperoleh dengan pinjaman, yang pembayarannya dicicil lewat dividen.
Peter Albert: Kami Memulai Di Waktu Yang Tepat

Peter Albert
alam@tambang.co.id
Jakarta-TAMBANG- Saat ini, harga beberapa komoditi tambang terus tergerus seiring dengan krisis ekonomi yang melanda Eropa. Di saat kondisi ekonomi dunia yang belum stabil, sehingga merosottnya harga komoditi tambang, G-Resources, tambang emas yang beroperasi di Batang Toru, Sumatera Utara memulai produksi pada September mendatang. Bahkan bebrapa hari lalu, sudah mulai melakukan uji coba penuangan emas dari pengolahan bijih.
Peter Albert, Presiden Direktur G-Resources Martabe mengakui bahwa produksi perdana emas di wilayah Sumatera Utara ini, berbarengan dengan lesunya ekonomi dunia, terutama Eropa. Tetapi ia optimis bahwa pasar emas tetap akan kinclong, sebab ditengah lesunya pasar, investor akan mencari alternative investasi jangka panjang, emas dan perak memiliki prospek investasi jangka panjang. “Prediksi kami prospek emas masih cukup baik ke depan,” kata Peter penuh keyakinan.
Selain tetap optimis terhadap kebutuhan emas di masa depan dan waktu produksi perdana G-Resources tidak akan terbentur dengan kondisi ekonomi Eropa.”Kami memulainya di waktu yang tepat,” ujarnya lagi.
Keyakinan lain yang disampaikan Peter adalah, kualitas emas dan perak yang dihasilkan tambang Martabe, merupakan emas dan perak dengan kualitas terbaik di dunia. “Kualitas tidak bisa dibohongi,” tegasnya.
Tambang emas Martabe memproduksi batangan emas bercampur perak, yang selanjutnya dikirim untuk dimurnikan di PT Logam Mulia Jakarta, menjadi emas batangan berkadar 99,99% LME (London Metal Exchange). Produk emas murni itu selanjutnya dijual ke pasar spot internasional, dengan pembeli yang sudah stand by dan pembayaran langsung.
Lokasi tambang berada di sisi barat pulau Sumatera, Kecamatan Batang Toru, Propinsi Sumatera Utara, dengan luas wilayah 1.639 km2, di bawah Kontrak Karya generasi keenam yang ditandatangani April 1997. Tambang Emas Martabe memiliki sumberdaya 7,86 juta oz emas dan 73,48 juta oz perak, dengan kapasitas produksi per tahun sebesar 250.000 oz emas dan 2-3 juta oz perak berbiaya rendah.
“Umur tambang Pit-1 diprediksi hingga 10 tahun, dan keseluruhan wilayah Kontrak Karya kami sangat prospektif dengan potensi eksploitasi hingga 50 tahun,” jelas Peter lagi.
Peter menambahkan, sejak awal beroperasi hingga saat ini, G-Resources Martabe telah mengeluarkan belanja modal (capital expenditure/Capex) sebesar USD 700 juta. Sementara belanja operasional perusahaan ini sebesar USD 350 – 400 per oz. “Merupakan biaya operasional terendah di antara tambang-tambang emas yang lain,” jelasnya.
Saat ini pemegang saham G-Resources Martabe adalah G-Resources Group Limited (95%) dan PT Artha Nugraha Agung (ANA) sebanyak 5%. PT ANA merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Tapanuli Selatan (70%) dan Propinsi Sumatera Utara (30%) yang mendapatkan saham divestasi perusahaan tambang emas tersebut. Pemilikan saham oleh PT ANA diperoleh dengan pinjaman, yang pembayarannya dicicil lewat dividen.

(0) komentar
Berita Lain





