*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in

Warning: getimagesize(news/attachements/balikpapangolfrev.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18

Alternative content

Get Adobe Flash player


Warning: getimagesize(news/attachements/kiss_balilinkrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18

Alternative content

Get Adobe Flash player

Alternative content

Get Adobe Flash player

TAMBANG, 01 Februari 2013 | 18.41
Belum Sebulan, Dua POD Tahap II Disetujui SKK Migas

Egenius Soda
egenius@majalahtambang.com

Jakarta-TAMBANG.Salah satu yang dilakukan untuk memacu produksi minyak dan gas adalah dengan mempercepat persetujuan POD. Hal ini pun sudah dilakukan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang berusaha sekuat tenaga mempercepat proses persetujuan pengembangan lapangan minyak dan gas bumi. Hasilnya belum genap sebulan lembaga ini telah menyetujui dua rencana pengembangan lapangan minyak dan gas tahap kedua. Dari persetujuan dua POD tersebut negara akan mendapat US$2,32 miliar atau sekitar Rp22 triliun selama masa produksi.

Dua proyek pengembangan lapangan tahap kedua yang telah ditandatangani Kepala SKK Migas Rudi Rubiandi adalah pengembangan tahap kedua lapangan Jangkrik North East di Blok Muara Bakau dengan operator ENI Indonesia dan pengembangan lapangan MBH dan MDA di Blok Offshore Madura Strait dengan operator Husky Oil.

Dari kedua lapangan yang direncanakan berproduksi pada 2015-2016 akan ada tambangan pasokan gas sebesar 265 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dimana sebagian besar akan digunakan untuk memasok kebutuhan gas dan Liquefied Natural Gas (LNG) domestik.

Dari data SKK Migas, lapangan Jangkrik North East di Muara Bakau akan memproduksi gas sebesar 145,5 juta kaki kubik per hari dan diolah menjadi LNG di kilang Bontang untuk kemudian sebanyak 40 persen dialokasikan bagi kebutuhan domestik. Sedangkan lapangan MBH dan MDA di Offshore Madura akan menghasilkan gas sebesar 120 juta kaki kubik per hari yang akan dialokasikan untuk domestik menggunakan pipa khusus bagi daerah Jawa, Bali, Madura.
Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini berharap agar percepatan persetujua ini bisa membantu memacu produksi dan menahan laju penurunan produksi migas.

“Sesuai tuntutan masyarakat dan investor yang ingin percepatan proses maka telah kami setujui dua persetujuan pengembangan lapangan tahap kedua. Kami berharap ini dapat mempercepat peningkatan produksi dan menahan laju penurunan produksi minyak dan gas,” jelas Rudi dalam rilis yang diterima Majalah Tambang.

Untuk pengembangan Lapangan Jangkrik North East dibutuhkan investasi sebesar US$1,4 miliar yang awalnya akan ditanggung Kontraktor. Dari pengembangan lapangan Pemerintah akan mendapat dana US$1,14 miliar selama masa produksi.

Sementara dari Lapangan MBH dan MDA di Offshore Madura dibutuhkan investasi sebesar US$396,9 juta yang juga akan ditanggung kontraktor. Dari hasil pengembangan Lapangan MBH dan MDA, Pemerintah akan mendapatkan Penerimaan Negara sebesar US$1,18 miliar.

“Kami akan terus berupaya memaksimalkan Penerimaan Negara dari pengelolaan lapangan-lapangan minyak dan gas untuk sebesar-besarnya Kemakmuran Rakyat sesuai dengan amanat dalam UUD 1945,” tambah Rudi.

icon