*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in

Warning: getimagesize(news/attachements/balikpapangolfrev.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18

Alternative content

Get Adobe Flash player


Warning: getimagesize(news/attachements/kiss_balilinkrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18

Alternative content

Get Adobe Flash player

Alternative content

Get Adobe Flash player

TAMBANG, 22 November 2011 | 22.02
Tembaga Perlahan Menanjak

Produksi tembaga nasional baru pulih pada 2013. Pergerakan harga pada 2011 masih landai. Selama kuartal pertama tahun ini, permintaan hanya tumbuh 1,2 persen.

ICSG (The International Copper Study Group), Lembaga internasional yang mengkaji tentang tembaga memprediksi produksi tembaga di 2011 akan meningkat tipis. Faktor bencana di Jepang, Kondisi kebijakan keuangan serta adanya gangguan politik menyebabkan produksi tembaga tidak signifikan meningkat. Dari sisi hargapun, masih landai, turun tidak naikpun belum signifikan. Dari September 2011 hingga Januari 2012, harga tembaga di London Metal Exchange (LME) berkisar antara US$ 8.813,75-8.837,00 per ton.
Dalam laporan bulan Juli 2011, ICSG memaparkan bahwa pasar tembaga halus sampai April 2011, menunjukkan adanya defisit produksi mencapai 36.000 metrik ton. Meskipun, kalau perhitungan musiman untuk tembaga halus dan siap pakai, menujukkan surplus 46.000 metrik ton.
Selama empat bulan pertama 2011, menurut data ICSG, pemanfaatan tembaga mengalami pertumbuhan 1,2 persen, dibandingkan periode yang sama tahun 2010, dimana terjadi penurunan sebesar 7 persen. Penurunan tahun lalu, lebih disebabkan pengguna tembaga terbesar dunia, China, mengalami penurunan sebesar 40 persen.
Meski China mengalami penurunan permintaan tembaga halus, namun di beberapa negara justru mengalami peningkatan, misalkan Rusia yang mengalami peningkatan hingga 89 persen, kemudian Uni Eropa 2,2 persen dan Amerika Serikat 2,2 persen juga.
Amerika dan Uni Eropa terus mengalami pemulihan pasca resesi, meskipun kini, pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan tahun 2010. Secara regional, permintaan terhadap tembaga di afrika naik 5 persen, kemudian di Amerika 3,7 persen, lalu di Eropa 9,3 persen paling besar di Oceania 38 persen. Penurunan justru terjadi di Asia sebesar 2,8 persen.
Data ICSG juga menyebutkan, dalam empat bulan pertama 2011, produksi tambang tembaga mengalami kenaikan 2 persen, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Produksi konsentrat pun mengalami pertumbuhan 3 persen sementara pelarut Ekstraksi-Elektrowinning (SX-EW) mengalami penurunan sebesar 1,5 persen.
Dari sini terlihat adanya kenaikan produksi, dibandingkan tahun lalu, akibat kendala operasional, sehingga Australia dan Meksiko mengurangi produksi. Pengurangan produksi juga terjadi pada beberapa produsen utama tembaga, seperti Chile yang turun 1,4 persen, kemudian Amerika Serikat turun 4,5 persen, kemudian 18 persen turun produksi pada 2010 di Indonesia juga Republik Kongo yang turun 16 persen.
Sampai April 2011, produksi tambang meningkat 0,7 persen di Amerika, 5,7 persen di Eropa dan Oceania 22 persen. Afrika dan Asia justru mengalami penurunan 0,5 persen. Sementara dari sisi utilisasi tambang, sedikit meningkat pada bulan April dan rata-rata selama empat bulan pertama 2011, tidak berubah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sedangkan untuk produksi tembaga halus selama empat bulan pertama 2011 tumbuh 1 persen, dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan untuk produksi primer praktis tidak berubah dan produksi skrap meningkat 4,7 persen. Produksi skrap terjadi di Australia sebesar 57 persen, China 12 persen dan India 6 persen. Kenaikan ini sekaligus mengimbangi penurunan di Chile sebesar 4 persen, Amerika turun 11 persen, kemudian Kana juga turun 28 persen dan Jepang mengalami penurunan produksi skrap tembaga 16 persen.
Sementara untuk harga, ICSG melansir harga pada bulan Juni di London Metal Exchange (LME)adalah US$ 9,045.43 per ton, naik dari bulan Mei 2011 sebesar US$ 8,927.05 per ton. Untuk 2011, harga tertinggi dan terendah jatuh pada akhir Juni US$ 10.148 dan terendah US$ 8,536.5 per ton dengan rata-rata harga tembaga US$ 9,397.64 per ton.
Sampai akhir Juni 2011, stok tembaga di beberapa bursa logam dunia seperti LME, COMEX dan SFE mencapai 616.912 ton, meningkat dari 48.730 ton pada desember 2010.

Target kenaikan Realistis
Sementara itu dalam pertemuan di Lisbon, Portugal yang membahas prediksi tembaga 2011-2012, ICSG memperkirakan pada 2011 ini, produksi tembaga halus global akan mengalami peningkatan sebesar 380.000 ton dibandingkan 2010, yang mengalami defisit sebesar 250.000 ton. Peningkatan produksi itu, disebabkan tingginya harga tembaga dan meningkatnya permintaan pengguna akhir tembaga, setelah melalui krisis 2008. Kemudian ditambah lagi permintaan dari industri yang terus bertumbuh di 2011 yang telah dimulai sejak tahun lalu.
Dalam pertemuan yang dihadiri para produser tembaga serta pengguna tersebut, menargetkan 2011, produksi tembaga halus akan meningkat 6 persen lebih tinggi dari pertumbuhan pada 2010 sebesar 4,3 persen.
Namun forum ini juga realistis, bahwa kondisi dunia dalam beberapa bulan belakangan ini tidak stabil, sehingga target produsi tembaga tersebut diturunkan lagi. Ada beberapa faktor yang dilihat oleh ICSG, sehingga target diturunkan, diantaranya, gempa bumi dan tsunami di Jepang, situasi politik yang tidak menentu di Timur Tengah juga Afrika, kemudian perubahan kebijakan keuangan, tidak tentunya pasar tembaga yang didominasi China sehingga menyebabkan ketidakpastian, menjadi faktor-faktor katalis penurunan target tersebut.
Akhirnya, setelah memperhatikan berbagai kondisi tersebut, ICSG memproyeksi produksi tambang tembaga di 2011 akan meningkat 3,5 persen menjadi 19,7 juta ton dan diharapkan berbagai kondisi akan pulih, sehingga pada 2012, kembali bergeliat meningkat menjadi 5 persen.
Sementara untuk konsumsi tembaga halus, ICSG mengharapkan mengalami peningkatan 4 persen dari tahun 2010 menjadi 20 ribu ton. Dan pada 2012, diharapkan terus terjadi peningkatan di atas 4 persen dengan semakin membaiknya kondisi global.

Produksi Tembaga Nasional Pulih di 2013
Pada 2011 ini, diprediksi akan terjadi penurunan produksi tembaga sebesar 36% atau sebesar 644.098 ton. Penurunan ini juga masih akan terjadi pada 2012, dimana produksi tembaga ditargetkan hanya 609.171 ton. Penurunan produksi ini karena salah satu perusahaan produsen tembaga nasional PT Newmont Nusa Tenggara (NNT), baru mendapatkan perluasan untuk penambahan lahan untuk kegiatan penambangan fase 6 dan 7.
Peningkatan produksi baru bisa ditingkatkan, lanjutnya pada tahun 2013 dan seterusnya setelah produksi sudah mulai berjalan. Pada 2013, rencananya, produksi tembaga akan kembali dinaikan menjadi 899.923 ton atau mengalami kenaikan sekitar 47% dari tahun 2011 dan 2012.
Jumlah tembaga yang diproduksi Indonesia, sebagian besar masih untuk pangsa ekspor. Untuk tahun 2010 saja, jumlah tembaga yang diekspor sebanyak 915.254 ton. Sementara pada tahun 2011, sebanyak 579.688 dan tahun 2012 mencapai 548.254 ton.
Selain PTNNT, Produsen tembaga lain di Indonesia adalah PT Freeport Indonesia (PTFI). Dalam laporan kuartal kedua 2011 dan 6 bulan pertama 2011, disebutklan bahwa sampai bulan Juni 2011, produksi tembaga perusahaan Amerika ini sebesar 1,917 juta pound atau meningkat dari periode yang sama tahun lalu sebesar 1,859 juta pound.
Sementara kontribusi tembaga dari tanah Papua untuk Freeport sampai Juni 2011 sebesar 545 ribu pound atau lebih rendah dari periode yang sama tahun 2010 sebesar 555 ribu pound. dan penjualan pada enam bulan pertama 2011 sebesar 543 ribu pound atau lebih rendah dibanding-kan periode yang sama tahun lalu, 555 ribu pound. sementara untuk kisaran harga, tembaga dari bumi Cendrawasih dihargai rata-rata US$ 4,23 per pound atau lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$ 3.05 per pound.
Sampai akhir tahun 2011, Freeport menargetkan produksi sebesar 35 juta sampai akhir tahun 2011. Kalau dite-ngok dari target produksi dan pencapaian, masih jauh dari yang diharapkan.
Saat ini, perusahaan raksasa Amerika ini, menyiap-kan pengerjaan proyek underground untuk Grasberg Block Cave dan Deep Mill Level Zone (DMZL). Pada kuartal 4 2010 untuk pengerjaan infrastruktur untuk DMZL yang direncanakan akan mulai berproduksi pada akhir 2012 dengan 7 ribu metrik ton ore per hari.
Sampai bulan keenam 2011, penjualan tembaga dari Indonesia mencapai 265 ribu pound lebih tinggi dari periode yang sama 259 ribu pound pada periode yang sama 2010. Maka, tidak salah jika pemerintah menargetkan pada 2013, produksi tembaga nasional akan kembali meningkat, seiring dengan mulai beroperasinya tambang tembaga di dua lokasi tambang terbesar di Indonesia tersebut.

icon
Berita Lain
22 November 2011 | 22.02
Ada Tetangga Main di Bangka
22 November 2011 | 22.02
Menyelamatkan Mineral Pinggiran
22 November 2011 | 22.02
Siap Menyambut Nilai Tambah
22 November 2011 | 22.02
Utang Amerika Menggerek Emas