*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
Warning: getimagesize(news/attachements/kiss_balilinkrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18

TAMBANG, 26 Desember 2012 | 14.34
14 Teknisi Atlas Copco Nusantara Dapat Sertifikat
Subkhan AS
subkhan@tambang.co.id
Jakarta-TAMBANG. Indonesia - Empat belas teknisi PT Atlas Copco Nusantara drill maintenance, baru-baru ini menerima sertifikasi SL2.
PT Atlas Copco Nusantara merupakan kelompok industri dunia, terkemuka posisi dalam kompresor, peralatan konstruksi dan pertambangan, alat-alat listrik dan sistem perakitan di lebih170 negara.
Adapun, sertifikasi itu sendiri diberikan setelah, empat belas teknisi selesai mengikuti ujian ahkir dari pelatihan drill maintenance dilaksanakan tanggal 10-14 Desember di Atlas Copco Nusantara Balikpapan Training Center yang dilatih oleh JK Roy dan Willem Nababan.
Selain menerima instruksi di kelas selama satu bulan. Ke empat belas teknisi ini selanjutnya dipindahkan ke berbagai pekerjaan lapangan untuk mempraktekkan selama empat bulan.
Selanjutnya, para teknisi kembali ke kelas untuk mengingat kembali materi pelatihan, ujian tertulis dan evaluasi. Tes simulasi dan skenario ‘troubleshooting’ juga dilakukan di Training Centre Balikpapan.
Pelatihan itu sendiri meliputi interlock dan alat pengaman instalasi, sistem hidrolik dan skema yang sesuai dengan sistem listrik dan sirkuit. Materi pelatihan lainnya meliputi mengaturan penyesuaian tekanan, kontrol pompa dan operasi standar pengeboran.
Atlas Copco Nusantara menetapkan target pelatihan untuk teknisi lebih banyak lagi untuk menjadi SL1 dan SL2 bersertifikat. Pada 2012, 30 peserta telah menyelesaikan kursus dan menerima sertifikat, dimana masih 6 (enam) lagi dalam dalam proses. Sertifikasi SL2 mencakup drill rig DM45, DM50 dan DML.
Tambahan kelas dan sertifikasi akan ditawarkan pada tahun 2013. "Kami optimis bahwa kita dapat mencapai target untuk pelatihan ke depan. Kami berencana untuk menambahkan 10 teknisi bersertifikat SL2 dan 25 teknisi bersertifikat SL1, "kata Willem Nababan, Deputy Manager, Training Development.
14 Teknisi Atlas Copco Nusantara Dapat Sertifikat
Subkhan AS
subkhan@tambang.co.id
Jakarta-TAMBANG. Indonesia - Empat belas teknisi PT Atlas Copco Nusantara drill maintenance, baru-baru ini menerima sertifikasi SL2.
PT Atlas Copco Nusantara merupakan kelompok industri dunia, terkemuka posisi dalam kompresor, peralatan konstruksi dan pertambangan, alat-alat listrik dan sistem perakitan di lebih170 negara.
Adapun, sertifikasi itu sendiri diberikan setelah, empat belas teknisi selesai mengikuti ujian ahkir dari pelatihan drill maintenance dilaksanakan tanggal 10-14 Desember di Atlas Copco Nusantara Balikpapan Training Center yang dilatih oleh JK Roy dan Willem Nababan.
Selain menerima instruksi di kelas selama satu bulan. Ke empat belas teknisi ini selanjutnya dipindahkan ke berbagai pekerjaan lapangan untuk mempraktekkan selama empat bulan.
Selanjutnya, para teknisi kembali ke kelas untuk mengingat kembali materi pelatihan, ujian tertulis dan evaluasi. Tes simulasi dan skenario ‘troubleshooting’ juga dilakukan di Training Centre Balikpapan.
Pelatihan itu sendiri meliputi interlock dan alat pengaman instalasi, sistem hidrolik dan skema yang sesuai dengan sistem listrik dan sirkuit. Materi pelatihan lainnya meliputi mengaturan penyesuaian tekanan, kontrol pompa dan operasi standar pengeboran.
Atlas Copco Nusantara menetapkan target pelatihan untuk teknisi lebih banyak lagi untuk menjadi SL1 dan SL2 bersertifikat. Pada 2012, 30 peserta telah menyelesaikan kursus dan menerima sertifikat, dimana masih 6 (enam) lagi dalam dalam proses. Sertifikasi SL2 mencakup drill rig DM45, DM50 dan DML.
Tambahan kelas dan sertifikasi akan ditawarkan pada tahun 2013. "Kami optimis bahwa kita dapat mencapai target untuk pelatihan ke depan. Kami berencana untuk menambahkan 10 teknisi bersertifikat SL2 dan 25 teknisi bersertifikat SL1, "kata Willem Nababan, Deputy Manager, Training Development.

(1) komentar
Berita Lain





