Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get 

Adobe Flash player

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get 

Adobe Flash player

LINGKUNGAN
TAMBANG, 15 Oktober 2009 | 18.16

Kisah Emas di Tanah Komodo

Dua bor masih terus berdenging menerobos perut bumi Batu Gosok di Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, NTT. Sementara dua lainnya, sudah menyelesaikan tugasnya. Karena masih ekplorasi awal, PT Grand Nusantara memang hanya menyiapkan empat bor. Perusahaan asal China tersebut berharap mendapat cadangan bijih emas berlimpah.

TAMBANG, 05 Oktober 2009 | 21.32

Lumpur Serang Mianiatur Porong

Lokasi semburan sekitar 30-an kilometer dari Serang. Untuk sampai lokasi keluar di tol Ciujung, melalui jalan kecamatan yang tidak terlalu bagus. Setelah 30 menit dari pintu tol, tepatnya di depan Polres Carenang, menuju lokasi dengan kondisi jalan yang lebih buruk.

TAMBANG, 05 Januari 2009 | 22.56

Di Bawah Bayang-bayang PHK

“Kami merasa diusir layaknya seorang kriminal. Semua akses kami sudah di-block, termasuk email. Hari ini (Kamis, 11 Desember) kami sudah tidak dapat berkantor lagi,” tambah korban PHK yang lain. Para karyawan tersebut saat ini tidak tahu akan ke mana dan masih memikirkan langkah yang akan ditempuh selanjutnya.

TAMBANG, 19 November 2008 | 22.13

Raih Prestasi Melalui Program Reklamasi Tambang

PTNNT melakukan reklamasi dengan menggunakan tanaman dan tumbuhan asli yang tumbuh di tempat tersebut. Reklamasi permukaan akhir daerah penimbunan batuan penutup (waste rock dump) dilaksanakan secara bersamaan dengan berjalannya operasi tambang, seiring dengan selesainya konstruksi setiap bagian permukaan akhir timbunan. Proses reklamasi ini terdiri atas penempatan profil tanah reklamasi dua lapis, penanaman dan pemasangan jaring untuk pengendalian erosi, dan diikuti dengan penanaman kembali dengan spesies asli tanaman setempat (native species).

TAMBANG, 26 Agustus 2008 | 20.50

Lima Warna Hasil Proper

Laki-laki tinggi besar itu menghampiri majalah Tambang. Di antara bising pesta, dia menyela dengan suara berat. “Proper ini tidak adil. Penuh pemerasan terhadap perusahaan-perusahaan,” ungkap Drs. W. Y. Watken yang mengaku sebagai Kepala Bapedalda Provinsi Papua. Sayang, ia tak menjelaskan pemerasan yang dimaksud.

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get 

Adobe Flash player