Martiono Hadianto "Belajar dari Universitas Kehidupan"
Wajahnya masih sedikit pucat saat ditemui Rabu siang, 6 Januari 2010 lalu. ”Kata dokter sih flu, ada infeksi juga. Padahal sekian puluh tahun jadi pegawai pemerintah nggak pernah sakit,” tutur Martiono Hadianto, Presiden Direktur PT Newmont Nusa Tenggara. Obrolan kemudian berlanjut tentang berbagai berita hangat sepanjang 2009. Tak terlewatkan tentang wafatnya mantan Presiden RI ke-4 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Martiono mengaku mempunyai kenangan tak terlupakan dengan almarhum Gus Dur. ”Gus Dur orangnya terbuka dan fair,” ujarnya.
Tak lama setelah lengser sebagai Presiden, Mantan Ketua Umum PBNU itu secara khusus mengundang Martiono bertemu. Dalam pertemuan yang diselingi berbagai joke segar khas Gus Dur, terungkap alasan pemberhentian Martiono sebagai Direktur Utama Pertamina. Alasan dibalik pergantian itu sebelumnya memang tak pernah terungkap ke publik. “Saya menangkap kesan pemberhentian itu karena tekanan asing,” kata Martiono.
Saat diberhentikan, Martiono tak kecewa. Kelegawaannya itu ternyata menuntunnya menjadi orang penting di Newmont. Bagaimana ceritanya?
Oentoro Surya; ”Kamus Berjalan” Dunia Pelayaran
Bicaranya tegas, blak-blakan. Tak peduli siapa pun, jika salah akan dikomentarinya. Baginya, kebenaran harus diungkapkan meski pahit. Senin, 19 Januari 2009, di kantornya Wisma BSG, Jalan Abdul Moeis, Jakarta, kepada Majalah TAMBANG Presiden Direktur PT. Arpeni Pratama Ocean Line, Tbk, ini bercerita panjang lebar soal asas cabotage, kedaulatan nasional, hingga kecintaannya kepada kapal dan pelayaran.
Bob Kamandanu: Ingin Lebih Bermakna Buat Orang Lain
Seperti namanya, Kamandanu, yang bermakna ”kehidupan” kini ia merasa ”Kamandanu”nya lebih bermakna lebih berguna, saat terlibat di industri pertambangan. Hal yang tak pernah diraakan saat bergelut pada bidang-bidang lain. ”Kalau saya bekerja dengan alam kalau saya greedy tidak akan lama. Ini kepercayaan sendiri, bukan hitungan matematis, ”kata pria yang terlihat muda dibandingkan umurnya tersebut. Berikut petikan Wawancara Majalah TAMBANG, bersama ayah 3 anak yang gemar berolahraga ini.
Omar S. Anwar; CEO Spesialis Krisis
Saat dipilih sebagai orang nomor satu di Rio Tinto Indonesia beberapa waktu lalu, Dia seperti akan menjadi nahkoda yang melayarkan sebuah kapal di laut yang tenang. Rio Tinto sebagai perusahan tambang tak perlu diragukan lagi reputasinya. Perusahaan tambang asal Inggris itu sudah berusia 120 tahun dan saat komoditi pertambangan sedang mengkilap, tak seorang pun meramalkan sinarnya bakal redup. Eh, siapa sangka datang krisis keuangan menghantam Amerika yang kemudian menjalar kemana-mana.
Sheila Tiwan, CEO Carsurin: The Sky is Our Limit
Basic pendidikannya di bisnis. Namun sejak lima tahun lalu, perempuan muda, cantik dan bersahabat ini, menjadi pucuk pimpinan Carsurin, perusahaan survey yang dirintis sang ayah sejak 40 tahun silam. Quality with integrirty adalah nilai yang ditanamakannya kepada seluruh karyawan. Di bawah kepemimpinan perempuan kelahiran 30 Januari 1970 ini, Carsurin berhasil mendapatkan enam sertifikat ISO dalam waktu bersamaan. Inovasi, pengembangan demi memenuhi kepuasan klien akan terus dilakukan.





.jpg)