Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get 

Adobe Flash player

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get 

Adobe Flash player

ENERGI
TAMBANG, 15 Oktober 2009 | 18.30

Mimpi Desa Mandiri Energi

Lima ratus rumah di desa Nembarala, Rote, Nusa Tenggara Timur kini, sudah bisa menikmati listrik tanpa byar pet lagi. Listrik di desa yang terkenal dengan demburan ombak yang mengundang para peselancar dari berbagai negara ini, kini sudah menyala tanpa henti. Hal serupa juga dialami sekitar 450 rumah di desa Wini, So’e, Timur Tengah Utara, NTT, juga mengalami hal sama.

TAMBANG, 05 Oktober 2009 | 21.38

Layu Sebelum Berkembang

Karena frekwensi yang tidak sama tersebut, akhirnya banyak produsen Biofuel yag tidak bisa meneruskan produksinya. Untuk Bioethanol misalkan, saat ini yang masih terus produksi hanya PT. Molindo, kerjasama dengan Pertamina. Sementara untuk Biodiesel, hanay PT. Dramex, itupun hanya mengandalkan stok yang ada, tidak ada lagi produksi baru. Yang masih memproduksi hanya PT. Multikimia, tetapi dengan kapasitas kecil sekali 100 kiloliter /bulan,

TAMBANG, 17 April 2009 | 16.26

Bintang Baru Geothermal

Salah satu yang menarik dari crash programme 10.000 MW tahap II adalah porsi yang lebih besar pada renewable energy khususnya energi angin dan panas bumi. Panasbumi mendapat jatah 48 persen. Alasan dari pilihan tersebut adalah soal keramahan lingkungan. Selain itu potensi yang dimiliki Indonesia memang sangat besar. Potensi cadangan panasbumi Indonesia mencapai 27.000 MW, ekuivalen dengan 40% cadangan panas bumi di dunia.

TAMBANG, 17 April 2009 | 16.18

Genderang 10.000 MW Tahap II Mulai Ditabuh

Disebutkan proyek percepatan ini penting demi mengejar kelangkaan kapasitas listrik yang dimiliki pihak PLN. Berdasarkan catatan prusahaan listrik negara tersebut, pada tahun 2009-2018 kebutuhan listrik sistem Jawa Bali meningkat dari 107.8 TWh pada 2009 menjadi 250.9 TWh pada tahun 2018.

TAMBANG, 19 November 2008 | 22.06

Ikhtiar Biar PLN Tak Menjerit

PLN kembali menjerit. Seperti juga yang lalu-lalu, jeritan kali ini pun hebohnya kemana-mana . Kehebohan bermula awal November lalu saat, perusahaan setrum plat merah tersebut berteriak-teriak PLTU-nya bakal mati. Pasalnya stok batubara yang ada hanya cukup untuk kebutuhan kurang dari 30 hari. "Hampir semua stok PLTU di bawah 30 hari," ungkap Kepala Bidang Energi Batubara PT PLN, Pudji Widodo, di Jakarta Rabu, 5 November 2008.

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get 

Adobe Flash player