*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in

Warning: getimagesize(news/attachements/balikpapangolfrev.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18

Alternative content

Get Adobe Flash player


Warning: getimagesize(news/attachements/kiss_balilinkrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18

Alternative content

Get Adobe Flash player

Alternative content

Get Adobe Flash player

KOMODITI
TAMBANG 22 November 2011 | 21.53
Utang Amerika Menggerek Emas
Pada 6 bulan Pertama 2011, harga emas mengalami kenaikan dibandingkan komoditas pertambangan lainnya. Beberapa analis memperkirakan harga emas akan terkoreksi pada akhir tahun 2011. Tetapi rupanya, di awal Agustus tahun ini, Emas kembali menorehkan sejarah dengan kenaikan tertinggi. Apakah emas akan terus mencatatakan kenaikan signifikan sampai akhir tahun, atau justru kembali turun. Kondisi Amerika sangat menentukan.
TAMBANG 25 Juli 2011 | 23.10
Mangan: Menunggu Peletakan Batu Kedua
Selain untuk industri baja, mangan digunakan untuk produksi baterai kering, keramik, gelas dan kimia. Indonesia, memiliki potensi mangan yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Informasi soal mangan, masih sangat minim.

Di Indonesia, mangan ditemukan sejak 1854, di Karangnunggal, Tasikmalaya, Jawa Barat. Tetapi baru dieksploitasi pada 1930. Daerah-daerah lain di Indonesia juga memiliki potensi mangan, mulai dari Aceh di kepulauan Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara hingga Papua.
Sampai saat ini, tidak diketahui secara pasti, berapa produksi mangan yang dihasilkan Indonesia setiap tahunnya. Namun, beberapa pelaku usaha Mangan di Indonesia, memperkirakan, produksi Mangan di Indonesia, tidak lebih dari 10 persen dari produksi mangan dunia. Minimnya informasi akurat tentang potensi mangan di Indonesia dianggap sebagai salah satu kendala, mengapa komoditi ini belum bisa dikelola dalam skala besar.

TAMBANG 19 Juni 2011 | 22.17
Bauksit Menuju Nilai Tambah
Bauksit Indonesia masih diekspor dalam bentuk barang mentah (raw material) ke beberapa negara. Indonesia masih mengimpor Alumina- produk lanjutan dari bauksit untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sampai kapan?
Dalam pemaparan akhir tahun 2010 lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Darwin Zahedy saleh mengungkapkan pencapaian dalam produksi komoditi pertambangan dan energi di Indonesia. Beberapa komoditi melebihi target produksi yang ditetapkan. Yang lain tidak tercapai karena alasan cuaca dan sebagainya. Untuk komoditi bauksit, realisasinya mencapai 95 persen atau sebesar 7.148.124 juta metrik ton dari target awal sebesar 7.500.000 juta metrik ton.

TAMBANG 15 Maret 2011 | 22.35
Tanda "Kutip" Untuk Timah
Dalam pemaparan akhir tahun 2010, produksi timah Indonesia, tidak mencapai target. Cuaca ekstrim menjadi alasan utama. Penyelundupan dicurigai menjadi penyebab lain.
Dalam pemaparan akhir tahun 2010 di kantor Kementerian ESDM (KESDM), beberapa komoditi pertambangan Indonesia menunjukkan performa signifikan dengan melampaui target produksi dari yang dipatok. Tetapi ada pula yang tidak mencapai target tersebut. Salah satu yang tidak mencapai target tersebut adalah timah.
Komoditas tambang yang mencapai target bahkan lebih diantaranya batubara. Tahun 2010, emas hitam ini dipatok target 270 juta ton. Sementara yang terealisir 275 juta ton atau 102 persen mencapai target.

TAMBANG 18 Februari 2011 | 10.55
Permintaan Naik Produksi Turun
Produksi tembaga dalam negeri terus turun sampai tahun 2012. Padahal permintaan global terhadap komoditi yang menjadi indikator pertumbuhan ekonomi ini naik. Harga akan melambung sampai 22%.

Dalam pemaparan kinerja sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 2010, yang dilakukan pada awal Januari 2011 lalu, produksi tembaga mampu memenuhi pencapaian 106% atau 989.953 ton dari target sebesar 930.000 ton. Namun pada 2011 dan 2012, produksi komoditi yang banyak dipakai untuk konstruksi dan infrastruktur ini akan menurun.