*Khusus rubrikasi berlangganan
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
REGULASI | KLINIK MINERBA E-MAGAZINE | FOKUS TAMBANG Sign in
Warning: getimagesize(news/attachements/balikpapangolfrev.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18
Warning: getimagesize(news/attachements/kiss_balilinkrevisi.swf) [function.getimagesize]: failed to open stream: No such file or directory in /home/majalaht/public_html/attachments-events.php on line 18
Alternative content

KOMODITI
TAMBANG 01 Februari 2011 | 11.55
Sandungan Batubara di 2011
India menembus peringkat kedua konsumen batubara Indonesia. Produksi bakal mencapai diatas 300 juta ton. Tren naik menghadapi banyak batu sandungan.
Direktur PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Dileep Srivastava nampak begitu semangat. Lewat pesan singkatnya yang dikirimkan ke Majalah TAMBANG, Minggu, 26 Desember 2010, pria yang baru terbebas dari rokok ini menyatakan prospek batubara bakal makin cerah di 2011. Indikator yang digunakannya ialah sentimen pasar China, setelah Bank Sentral di negara itu menaikkan tingkat suku bunga untuk yang keduakalinya.
Sandungan Batubara di 2011
India menembus peringkat kedua konsumen batubara Indonesia. Produksi bakal mencapai diatas 300 juta ton. Tren naik menghadapi banyak batu sandungan.
Direktur PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Dileep Srivastava nampak begitu semangat. Lewat pesan singkatnya yang dikirimkan ke Majalah TAMBANG, Minggu, 26 Desember 2010, pria yang baru terbebas dari rokok ini menyatakan prospek batubara bakal makin cerah di 2011. Indikator yang digunakannya ialah sentimen pasar China, setelah Bank Sentral di negara itu menaikkan tingkat suku bunga untuk yang keduakalinya.
TAMBANG 01 Februari 2011 | 11.43
Tetap Kinclong di Tahun Kelinci
Harga emas tahun 2011 diperkirakan masih terus merangkak naik. Diprediksi akan tembus USD1500 per troy oz. Tetap menjadi pilihan aman investasi
Komoditi lain tak bisa menandinginya. Daya tahannya terhadap fluktuasi ekonomi luar biasa. Badai perekonomian segemuruh apa pun tak bisa menghempasnya. Pada 2011, yang dalam penanggalan China disebut tahun kelinci, kemilaunya tak akan redup. ”Komoditi emas tahun depan masih tetap menjanjikan,” kata BNI Securities Head of Research, Norico Gaman.
Tetap Kinclong di Tahun Kelinci
Harga emas tahun 2011 diperkirakan masih terus merangkak naik. Diprediksi akan tembus USD1500 per troy oz. Tetap menjadi pilihan aman investasi
Komoditi lain tak bisa menandinginya. Daya tahannya terhadap fluktuasi ekonomi luar biasa. Badai perekonomian segemuruh apa pun tak bisa menghempasnya. Pada 2011, yang dalam penanggalan China disebut tahun kelinci, kemilaunya tak akan redup. ”Komoditi emas tahun depan masih tetap menjanjikan,” kata BNI Securities Head of Research, Norico Gaman.
TAMBANG 25 Oktober 2010 | 09.25
Polemik di Gudang Mangan
Jumlah IUP sudah mencapai ratusan. Cadangannya belum pernah terhitung dengan benar. Bongkahan mangan dieksploitasi dari pelataran halaman dengan alat sederhana.
Hingga Rabu siang, 25 Agustus 2010, ratusan kontainer itu masih teronggok di sudut utara Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Berbeda dengan sudut-sudut lainnya, pada lokasi yang tepat bersebelahan dengan Laut Jawa itu, sama sekali tidak terlihat aktivitas pengangkutan. Menurut seorang penjaga, peti-peti raksasa itu sudah beberapa bulan tertumpuk di sana.
”Semula jumlahnya puluhan, lama-lama jadi ratusan,” jelasnya. Penjaga itu menuturkan, tumpukan kontainer itu semuanya berisi batu mangan, asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Usai diturunkan dari kapal, perusahaan pelayaran tidak melakukan pengiriman. Masih menurut si penjaga, hampir 400 peti mineral logam mentah itu, akan dijadikan barang bukti kasus illegal trading (perdagangan ilegal).
Polemik di Gudang Mangan
Jumlah IUP sudah mencapai ratusan. Cadangannya belum pernah terhitung dengan benar. Bongkahan mangan dieksploitasi dari pelataran halaman dengan alat sederhana.Hingga Rabu siang, 25 Agustus 2010, ratusan kontainer itu masih teronggok di sudut utara Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Berbeda dengan sudut-sudut lainnya, pada lokasi yang tepat bersebelahan dengan Laut Jawa itu, sama sekali tidak terlihat aktivitas pengangkutan. Menurut seorang penjaga, peti-peti raksasa itu sudah beberapa bulan tertumpuk di sana.
”Semula jumlahnya puluhan, lama-lama jadi ratusan,” jelasnya. Penjaga itu menuturkan, tumpukan kontainer itu semuanya berisi batu mangan, asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Usai diturunkan dari kapal, perusahaan pelayaran tidak melakukan pengiriman. Masih menurut si penjaga, hampir 400 peti mineral logam mentah itu, akan dijadikan barang bukti kasus illegal trading (perdagangan ilegal).
TAMBANG 23 Agustus 2010 | 10.39
Ikhtiar untuk Bangkit
Harga bijih besi diperkirakan naik 70% pada 2010. Negeri Panda semakin bernafsu dan lapar. Tambang harus dibuka berdampingan langsung dengan pabrik pengolahan.
Keributan terjadi di China awal April lalu. Negeri Panda itu bersitegang dengan dua negara sekaligus, yakni Australia dan Brazil. Semuanya berawal ketika harga bijih besi meroket hingga 90%. Di pasar spot, harga bahan baku baja itu mencapai USD 190 per ton. Sementara China adalah negara dengan konsumsi bijih besi terbesar di dunia.
Kegalauan bertambah, tatkala tiga perusahaan pemasok utama bijih besi mereka, mengajukan skema kontrak baru. Mulai 1 April 2010, Rio Tinto dan BHP Billiton (Australia), juga Vale Do Rio Doce (Brazil), meminta harga dalam kontrak dievaluasi per tiga bulan. Permintaan itu dijawab dengan seruan boikot oleh CISA (China Iron & Steel Association).
Ikhtiar untuk Bangkit
Harga bijih besi diperkirakan naik 70% pada 2010. Negeri Panda semakin bernafsu dan lapar. Tambang harus dibuka berdampingan langsung dengan pabrik pengolahan.
Keributan terjadi di China awal April lalu. Negeri Panda itu bersitegang dengan dua negara sekaligus, yakni Australia dan Brazil. Semuanya berawal ketika harga bijih besi meroket hingga 90%. Di pasar spot, harga bahan baku baja itu mencapai USD 190 per ton. Sementara China adalah negara dengan konsumsi bijih besi terbesar di dunia.
Kegalauan bertambah, tatkala tiga perusahaan pemasok utama bijih besi mereka, mengajukan skema kontrak baru. Mulai 1 April 2010, Rio Tinto dan BHP Billiton (Australia), juga Vale Do Rio Doce (Brazil), meminta harga dalam kontrak dievaluasi per tiga bulan. Permintaan itu dijawab dengan seruan boikot oleh CISA (China Iron & Steel Association).
TAMBANG 23 Agustus 2010 | 10.05
Langkah Mundur Timah
Timah batangan jadi barang mainan spekulan. Perlu nilai tambah lebih untuk menyelamatkan harga. Ekspor slag dan timah paduan malah akan dibuka.
Joko Purwanto terlihat tidak terlalu sibuk pagi itu. Setumpuk koran nasional nampak baru dibaca, saat Kasubdit Pengawasan Operasi Produksi Minerba ini mempersilahkan Majalah TAMBANG duduk. ”Sorry, kemarin saya diundang rapat di Kementerian Perdagangan,” tuturnya saat ditemui pada Selasa, 15 Juni 2010 di kantornya, lantai 5 gedung Direktorat Jenderal (Ditjen) Mineral, Batubara, dan Panas Bumi (Minerba Pabum), Jl Soepomo 10, Jakarta.
Langkah Mundur Timah
Timah batangan jadi barang mainan spekulan. Perlu nilai tambah lebih untuk menyelamatkan harga. Ekspor slag dan timah paduan malah akan dibuka.Joko Purwanto terlihat tidak terlalu sibuk pagi itu. Setumpuk koran nasional nampak baru dibaca, saat Kasubdit Pengawasan Operasi Produksi Minerba ini mempersilahkan Majalah TAMBANG duduk. ”Sorry, kemarin saya diundang rapat di Kementerian Perdagangan,” tuturnya saat ditemui pada Selasa, 15 Juni 2010 di kantornya, lantai 5 gedung Direktorat Jenderal (Ditjen) Mineral, Batubara, dan Panas Bumi (Minerba Pabum), Jl Soepomo 10, Jakarta.





