<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1" ?>
<rss version="0.91">
<channel>
<title>komoditi</title>
<language>in</language>
<description>The Indonesian Mining Magazine</description>
<link>http://www.majalahtambang.com</link>
<copyright>majalahtambang.com</copyright>
<pubDate>Mon, 23 Aug 2010 03:39:38 GMT</pubDate>
<lastBuildDate>Mon, 23 Aug 2010 03:39:38 GMT</lastBuildDate>
<item>
<title>Ikhtiar untuk Bangkit</title>
<description>Abraham Lagaligoabraham@majalahtambang.comHarga bijih besi diperkirakan naik 70% pada 2010. Negeri Panda semakin bernafsu dan lapar. Tambang harus dibuka berdampingan langsung dengan pabrik pengolahan.Keributan terjadi di China awal April lalu. Neger</description>
<link>http://www.majalahtambang.com/detail_berita.php?lang=in&amp;category=4&amp;newsnr=3015</link>
</item>
<item>
<title>Langkah Mundur Timah</title>
<description>Abraham Lagaligoabraham@majalahtambang.comTimah batangan jadi barang mainan spekulan. Perlu nilai tambah lebih untuk menyelamatkan harga. Ekspor slag dan timah paduan malah akan dibuka.Joko Purwanto terlihat tidak terlalu sibuk pagi itu. Setumpuk kor</description>
<link>http://www.majalahtambang.com/detail_berita.php?lang=in&amp;category=4&amp;newsnr=3013</link>
</item>
<item>
<title>Nikel Menerjang  Gelombang</title>
<description>Reporter: Abraham LagaligoTahun 2009 mencatatkan masa suram bagi komoditas nikel. Fluktuasi harga masih akan berlanjut pada 2010. Perlu siasat ditengah badai.Kabar kurang sedap mampir ke meja Redaksi, Senin, 22 Maret 2010. Salah satu perusahaan nikel</description>
<link>http://www.majalahtambang.com/detail_berita.php?lang=in&amp;category=4&amp;newsnr=2841</link>
</item>
<item>
<title>China Menggeliat, Konsumsi Biji Besi Dunia Meningkat</title>
<description>Egenius Sodaegen@majalahtambang.comPermintaan bijih besi dunia mulai menunjukan peningkatan ditopang Permintaan dari Negeri China yang terus bertumbuh. Kebanyakan perusahaan tambang pun meningkatkan produksinya. Sayangnya trend harga belum mengikutin</description>
<link>http://www.majalahtambang.com/detail_berita.php?lang=in&amp;category=4&amp;newsnr=1992</link>
</item>
<item>
<title>Komoditi 2008; Batubara Terbaik, Nikel Terburuk</title>
<description>(Dok.TAMBANG/Taufieq)</description>
<link>http://www.majalahtambang.com/detail_berita.php?lang=in&amp;category=4&amp;newsnr=960</link>
</item>
<item>
<title>Semen, Terdongkrak Infrastruktur Negara Berkembang </title>
<description> Egenius Sodaegen@majalahtambang.comPermintaan semen dunia tetap tinggi meski harus menghadapi hantaman krisis Subprime Mortagage. Permintaan semen dari negara Jazirah Arab meningkat drastis. Isu pemanasan global juga menjadi concern pelaku industri </description>
<link>http://www.majalahtambang.com/detail_berita.php?lang=in&amp;category=4&amp;newsnr=813</link>
</item>
<item>
<title>Mangan Menguntit Industri Baja </title>
<description>Egenius Sodaegen@majalahtambang.comProspek market mangan sangat bergantung pada industri baja dunia. Saat ini 90 persen produksi mangan masih dikonsumsi industri baja. China menjadi konsumer terbesar sementara China, Afrika Selatan dan Ukraina merupa</description>
<link>http://www.majalahtambang.com/detail_berita.php?lang=in&amp;category=4&amp;newsnr=737</link>
</item>
<item>
<title>Timah Dunia di Zona Positif</title>
<description>Mengkilapnya harga komoditi pertambangan yang satu ini lebih dipicu ketidakseimbangan antara produksi dan konsumsi. Di 2007 total produksi bahan utama pembuat solder ini menembusi 364.600 metrik ton. Sedangkan keseluruhan konsumsi sudah sebesar 374.300 metrik ton. Ada defisit sekitar 10.300 metrik ton.</description>
<link>http://www.majalahtambang.com/detail_berita.php?lang=in&amp;category=4&amp;newsnr=188</link>
</item>
<item>
<title>Mengurai Cadangan Tak Terungkap </title>
<description>Secara geologi, sumber Timah Indonesia sebenarnya masih merupakan satu kesatuan dengan jalur timah Asia Tenggara. Jalur ini merupakan jalur dengan kekayaan kandungan timah terbesar di dunia. Jalur yang membentang mulai dari selatan China, Thailand, Birma, Malaysia hingga Indonesia.</description>
<link>http://www.majalahtambang.com/detail_berita.php?lang=in&amp;category=4&amp;newsnr=187</link>
</item>
<item>
<title>Miner Terjepit Trader dan Banker </title>
<description>TAMBANG, 30 Mei 2008

Seiring melambungnya harga mineral dan batubara dewasa ini, investasi sektor pertambangan pun semakin cerah. Tak terkecuali di Indonesia, investor ramai-ramai menyerbu bisnis pertambangan sebagai opportunity baru. Kini, miner (penambang) pun semakin terjepit oleh trader (pedagang) dan banker. 
</description>
<link>http://www.majalahtambang.com/detail_berita.php?lang=in&amp;category=4&amp;newsnr=92</link>
</item>
<item>
<title>Tembaga Dunia yang Masih Mengkilap </title>
<description>Tembaga sudah dikenal dan dimanfaatkan manusia sejak 10.000 tahun silam. Di Asia Barat misalnya telah menjadi bahan pembuat koin dan perhiasan. Sementara di zaman tembaga (Chalcolithic period, diambil dari Bahasa Yunani Chalkos yang artinya tembaga) manusia telah menemukan teknik mencampur dan menggunakan tembaga untuk menghasilkan perhiasan. Kemudian pada abad keempat dan ketiga Sebelum Masehi telah ada kegiatan peleburan tembaga di Distrik Huelva, Spanyol.</description>
<link>http://www.majalahtambang.com/detail_berita.php?lang=in&amp;category=4&amp;newsnr=37</link>
</item>
</channel>
</rss>
